Etika petinggi Polri, Gatot Nurmantyo: Listyo Sigit tidak beretika dan kurang ajar! dan Rusak Institusi Polri

Hukum & Kriminal843 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.com – Jakarta: Integritas serta moralitas yang ditunjukkan oleh pejabat tinggi negara saat ini tengah berada di bawah sorotan tajam masyarakat luas.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melayangkan kritik yang sangat keras secara langsung terhadap perilaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit.

Ungkapan kekecewaan mendalam ini disampaikan dalam sebuah tayangan video yang disiarkan melalui kanal YouTube @ReflyHarunOfficial pada November 2026.

Melalui saluran digital tersebut, Gatot Nurmantyo mengutarakan kekhawatirannya yang mendalam terhadap marwah Korps Bhayangkara yang dirasa sedang dipertaruhkan.

Sebelum menguliti lebih jauh mengenai kepribadian sang jenderal, ia menegaskan posisinya sebagai figur yang sangat peduli pada reputasi institusi kepolisian.

Ia memfokuskan pembahasannya pada dampak buruk yang ditimbulkan oleh perilaku jemawa dari seorang pucuk pimpinan lembaga penegak hukum tersebut.

“Sebagai seorang Kapolri pernyataan ini, pembangkangan ini merusak institusi Polri yang sama-sama kita cintai oleh satu orang yang namanya Listyo Sigit,” keluh Gatot Nurmantyo.

Respons tersebut merefleksikan rasa dongkol yang luar biasa terhadap kebijakan seorang pemimpin yang dianggap merusak citra Korps Kepolisian.

Ia menilai bahwa efek dari tindakan keliru sang pimpinan akhirnya menjadi beban moral yang berat bagi seluruh personel polisi di lapangan.

Setelah mengulas dampak kerusakan institusi secara luas, perbincangan kemudian bergeser pada bobot etika personal yang dimiliki oleh sang jenderal.

Perilaku yang dipertontonkan oleh Kapolri dianggap telah melampaui batas kewajaran yang wajib dijaga ketat oleh seorang perwira tinggi.

Kondisi tersebut memicu analisis spontan mengenai tata krama dalam struktur organisasi pemerintahan yang sah di bawah kepemimpinan kepala negara.

Pernyataan yang dilemparkan bukan lagi menyasar pada persoalan birokrasi, melainkan sebuah hantaman keras terhadap sisi moralitas personal sang pejabat publik.

“Saya katakan di sini bahwa saudara Jenderal Polisi Listyo Sigit tidak beretika, bahkan cenderung kurang ajar,” serang Gatot Nurmantyo.

Untaian kalimat yang sangat menohok ini memperlihatkan akumulasi kejengkelan yang sudah tidak dapat disembunyikan lagi dari benak mantan Panglima TNI.

Gugatan terhadap hilangnya aspek etika ini menjadi pembuktian betapa pentingnya asas kepatuhan serta penghormatan kepada atasan dalam sistem tata negara.

Gatot Nurmantyo kembali menekankan prinsip kelayakan yang harus dipegang teguh oleh pimpinan penegak hukum kala menyampaikan narasi di hadapan publik.

Ia menganggap terdapat norma kesopanan dalam kehidupan bernegara yang telah dilanggar secara sadar oleh orang nomor satu di kepolisian tersebut.

“Tidak pada tempatnya seorang Kapolri bicara seperti itu,” tambah Gatot Nurmantyo.

Penjabaran lebih lanjut dari keberatan tersebut mengindikasikan bahwa seorang pejabat pemerintahan dituntut memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam berucap.

Segala bentuk perbuatan serta perkataan mestinya merepresentasikan kepatuhan pada konstitusi dan bukan malah memicu polusi kegaduhan di tengah masyarakat.

Pokok dari persoalan moralitas ini pada akhirnya mengarah pada cara sang jenderal polisi memperlakukan Presiden Prabowo Subianto yang memimpin saat ini.

Muncul indikasi kuat bahwa gerak-gerik pimpinan polri tersebut didasari atas pandangan yang mengecilkan otoritas serta kemampuan sang kepala negara.

“Dia kira, Sigit kira, Pak Prabowo itu boneka? Yang bisa ditimang-timang tidak punya mata hanya gambar mata, tidak punya telinga, tidak punya mulut. Semaunya dia berbuat. Kurang ajar ini namanya,” tutup Gatot Nurmantyo.

Rangkaian kritik tajam ini menggarisbawahi bahwa tidak ada tempat bagi keangkuhan sektoral dalam tatanan roda pemerintahan yang menjunjung tinggi adab.

Prinsip kesopanan, kode etik, serta kepatuhan penuh terhadap pemimpin tertinggi negara tetap menjadi pilar utama yang tidak boleh digantikan oleh aparat. (Sumber: Repelita.net)

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *