🇮🇩✌️Mentengnews.com – Makassar — Di tengah gencarnya slogan pelestarian budaya yang terus digaungkan, realitas di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Sekretaris LBH No Viral No Justice Kota Makassar, Hasrat, menemukan langsung potret tersebut saat mengunjungi Galeri Lacedda milik Asdar di Jalan Butta-Butta Caddi 1, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo. Galeri Lacedda bukan sekadar tempat usaha.
Ia adalah benteng terakhir yang berusaha menjaga identitas budaya Bugis-Makassar agar tidak hilang ditelan zaman. Di tempat ini, Asdar memproduksi pakaian adat sekaligus melayani berbagai kebutuhan seragam formal, mulai dari jas hingga PDU TNI dan Polri.
Namun ironinya, di saat pelaku usaha kecil berjuang mempertahankan budaya, dukungan dari pemerintah dan pemangku kebijakan justru nyaris tak terlihat.
Asdar menegaskan, apa yang ia lakukan bukan sekadar bisnis.
“Ini soal menjaga warisan leluhur. Tapi kami seperti dibiarkan berjalan sendiri, tanpa perhatian serius,” ungkapnya.
Kondisi ini menuai kritik keras dari Hasrat. Ia menilai ada ketimpangan antara narasi dan realitas.
“Kita ini sering bicara soal budaya, bangga pakai baju adat saat seremoni, tapi lupa siapa yang menjaga agar budaya itu tetap hidup. Negara seolah hadir di panggung, tapi absen di lapangan,” tegas Hasrat.
Menurutnya, jika pola seperti ini terus dibiarkan, maka pelestarian budaya hanya akan menjadi simbol tanpa substansi.
“Kalau pelaku seperti Asdar tidak didukung, jangan kaget kalau suatu hari budaya Bugis-Makassar hanya tinggal pajangan di museum, atau sekadar konten seremoni tanpa makna,” lanjutnya.
Hasrat juga menyoroti minimnya akses pasar, pembinaan, serta dukungan konkret yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
“Ini bukan soal mampu atau tidak. Ini soal keberpihakan. Pemerintah harus berhenti hanya hadir dalam seremoni dan mulai bekerja nyata di akar rumput,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak ikut menjadi penonton.
“Jangan cuma bangga jadi orang Bugis-Makassar di ucapan. Buktikan dengan tindakan. Dukung, beli, promosikan. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tutupnya.
Penulis : Hasrat













