ANTUSIASME MEMUNCAK! 800 PESERTA PADATI NOBAR PESTA BABI DI UIN SUSKA RIAU

Terpopuler1621 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comPekanbaru – Diselenggarakan oleh UIN SUSKA Melawan bersama Rabu Damai, agenda nonton bareng (nobar) film dokumenter “Pesta Babi” sukses digelar dengan antusiasme luar biasa. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu malam di halaman Rektorat UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, dimulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, dan dihadiri sekitar 800 peserta dari berbagai kalangan.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari mahasiswa UIN Suska Riau, tetapi juga diikuti oleh dosen serta elemen masyarakat sipil. Sejumlah komunitas turut meramaikan kegiatan ini, termasuk organisasi bantuan hukum seperti LBH dan jaringan komunitas lainnya yang selama ini aktif dalam isu-isu sosial dan advokasi.

Sejak awal acara, suasana sudah terlihat penuh dan padat. Halaman rektorat yang menjadi lokasi kegiatan dipenuhi oleh peserta yang duduk berjejer, menunjukkan tingginya minat terhadap ruang-ruang diskusi alternatif berbasis karya dokumenter. Antusiasme ini menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa dan masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial yang diangkat melalui medium film.

Film dokumenter “Pesta Babi” yang diputar dalam kegiatan ini menghadirkan potret realitas sosial yang memantik refleksi dan perenungan mendalam. Sepanjang pemutaran film, peserta tampak fokus dan larut dalam alur cerita yang disajikan, memperlihatkan keseriusan dalam menyerap pesan yang disampaikan.

Tidak berhenti pada pemutaran film, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi review dan diskusi terbuka. Pada sesi ini, peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta analisis terhadap isi film. Diskusi berlangsung hidup dengan beragam perspektif yang muncul, mulai dari sudut pandang akademis, aktivisme, hingga pengalaman langsung di lapangan.

Dalam sesi diskusi tersebut, beberapa peserta menyoroti pentingnya keberanian dalam mengungkap realitas sosial, serta perlunya peran mahasiswa sebagai agen perubahan untuk tidak apatis terhadap kondisi yang terjadi di sekitarnya. Film ini dinilai bukan sekadar tontonan, melainkan sebagai bahan refleksi kolektif yang mendorong kesadaran kritis.

Perwakilan dari penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar alternatif di luar ruang kelas formal. Nobar dan diskusi seperti ini diharapkan mampu menjadi wadah konsolidasi gagasan sekaligus memperkuat tradisi intelektual di kalangan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun ruang bersama yang tidak hanya menjadi tempat menonton, tetapi juga ruang berpikir, berdiskusi, dan merumuskan sikap atas realitas yang terjadi,” ujar salah satu panitia dari UIN SUSKA Melawan.

Tingginya partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa gerakan kolektif berbasis kampus dan masyarakat sipil masih memiliki daya tarik dan relevansi yang kuat. Keterlibatan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga komunitas eksternal, menunjukkan adanya semangat kolaborasi dalam membangun kesadaran sosial.

Acara kemudian ditutup dengan tertib setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Para peserta membubarkan diri dengan membawa berbagai refleksi dan pemikiran baru dari hasil pemutaran dan diskusi yang telah berlangsung.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi pemantik bagi lahirnya diskursus-diskursus kritis lainnya di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *