Bawa Nama Kampar dan Riau ke Panggung Nasional, Tim Mahasiswa Ini Raih Dua Medali di Lombok, Ironisnya Minim Dukungan Pemerintah.

Terpopuler1740 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comLombok – Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan putra-putri daerah Riau di panggung nasional. Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, dengan Dellas Akhmeidi sebagai ketua tim, sukses mengharumkan nama Kampar, Pekanbaru, dan Provinsi Riau usai memborong Silver Medal dan Bronze Medal dalam ajang Mandalika Essay Competition (MEC) 8 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Namun di balik capaian membanggakan itu, muncul ironi yang menjadi sorotan. Tim mahasiswa yang membawa nama budaya lokal Riau hingga meraih prestasi nasional ini disebut berangkat tanpa dukungan berarti dari pemerintah daerah.

Ajang nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram bekerja sama dengan Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Pada Subtema Pariwisata dan Budaya, tim mahasiswa UIN Suska Riau berhasil menyabet Silver Medal melalui karya berjudul:

“Dari Legenda ke Literasi: Balimau Kasai Sebagai Ritus Air Dalam Gerakan Ekologis Berbasis Kearifan Kampar.”

Karya ini mengangkat tradisi Balimau Kasai khas Kampar, Riau, bukan sekadar ritual budaya menjelang Ramadan, tetapi sebagai gagasan penguatan literasi budaya dan gerakan ekologis berbasis kearifan lokal.

Lewat gagasan tersebut, budaya lokal Kampar berhasil berbicara di tingkat nasional dan mendapat pengakuan melalui raihan medali perak.

Tak berhenti di situ, pada Subtema Pangan, tim yang sama kembali mengukir prestasi dengan meraih Bronze Medal lewat karya inovatif bertajuk:

“CHIPSKU: Menerapkan Inovasi untuk Menciptakan Solusi Cemilan Sehat yang Berkelanjutan, Ramah Lingkungan, dan Berdaya Saing Tinggi di Era Transformasi Digital.”

Karya tersebut menawarkan solusi inovatif terkait pangan sehat, keberlanjutan lingkungan, serta daya saing produk di era digital.

Ironisnya, menurut informasi yang berkembang, keberangkatan tim menuju Lombok dilakukan dengan keterbatasan dan belum tampak adanya dukungan signifikan dari Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai domisili peserta, maupun Pemerintah Provinsi Riau, padahal karya yang dibawa secara langsung mengangkat identitas budaya daerah.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik:

Apakah perhatian terhadap generasi muda berprestasi baru hadir ketika medali telah dibawa pulang?
Terlepas dari minimnya perhatian, capaian tim mahasiswa ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda Riau tetap mampu bersaing di level nasional, bahkan mengangkat budaya daerah menjadi karya berprestasi di panggung Indonesia.

“Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi terkait dukungan dari pihak pemerintah daerah…” ***

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *