Program Restorasi lingkungan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti 

Terpopuler1472 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKepulauan Meranti – Program restorasi lingkungan bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) 2026 terus bergerak secara konsisten di Bumi Lancang Kuning. Kali ini, gerakan hijau yang diinisiasi oleh SKK Migas Sumbagut bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Riau tersebut menyasar wilayah pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti pada Senin (18/5/2026).

​Aksi penanaman pohon kali ini dipusatkan di Wilayah Konservasi Mangrove KTH Mayang Sejahtera, Desa Mayang Sari. Khusus untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, dialokasikan sebanyak 800 bibit mangrove sebagai langkah nyata untuk merehabilitasi sekaligus memperkuat kawasan pesisir setempat.

Penanaman 800 bibit mangrove ini memegang peran yang sangat krusial bagi geografis Kepulauan Meranti. Selain berfungsi sebagai benteng alami untuk menahan abrasi air laut dan melindungi habitat biota pesisir, hutan mangrove juga menjadi penyerap karbon biru (blue carbon) yang sangat efektif dalam memitigasi dampak perubahan iklim di sekitar area operasional industri hulu migas.

​Gerakan penyelamatan pantai ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen lintas sektor yang hadir langsung di lokasi penanaman. Dari industri hulu migas, tampak hadir perwakilan SKK Migas Sumbagut serta jajaran manajemen KKKS seperti PT. Imbang Tata Alam, PT. EMP Tunas Energi, dan EMP Bentu Limited. Hadir pula mitra kerja dari PT. Nawakarsa Perkasa Nusantara dan PT. Gemilang Cipta Nusantara.

​Dukungan dari lini pemerintahan dan masyarakat juga sangat solid, ditandai dengan kehadiran Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Bapak Pazrul Amraini, S., Perwakilan Pemerintah Kecamatan Merbau, Kepala Desa Mayang Sari, Kepala BPD Mayang Sari, hingga Babinsa Mayang Sari. Semangat gotong royong makin kuat dengan keterlibatan aktif perwakilan RT 02, RW 01, serta komunitas peduli lingkungan lokal seperti KTH Khazanah Hijau Pesisir Bagan Melibur dan Pokmas Bina Mulia Desa Sungai Tengah.

Staff Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Suci Masliawati, menjelaskan bahwa penanaman mangrove di Meranti merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga keseimbangan ekosistem wilayah kepulauan.

​“Pelaksanaan GROW 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung restorasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove. Kawasan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga garis pantai dari abrasi, melindungi habitat biota pesisir, serta mendukung penyerapan karbon biru (blue carbon) yang berkontribusi terhadap ketahanan iklim,” ujar Suci Masliawati dalam keterangannya.

​Suci menambahkan, kolaborasi yang kuat antara dunia industri, pemerintah, dan komunitas lokal menjadi kunci utama agar program pemulihan lingkungan ini bisa memberikan dampak yang berkelanjutan.
​“Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat IOG 4.0 yang mendorong kolaborasi lintas sektor dan kontribusi nyata sektor hulu migas terhadap keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi. Melalui keterlibatan pemerintah, kelompok masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lokal, kami berharap upaya restorasi mangrove ini dapat memberikan manfaat ekologis dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tambahnya.

​Dengan tertanamnya 800 bibit mangrove di Desa Mayang Sari, tim GROW 2026 kembali mencatatkan langkah konkret dari rangkaian besar penghijauan di Provinsi Riau, demi mewujudkan lingkungan yang lebih lestari dan pesisir yang lebih kokoh.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *