Dorong Kesadaran Lingkungan, Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Pekan Tua, Kempas.

Terpopuler838 Dilihat

“Dorong Kesadaran Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Ibu PKK Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir.”

🇮🇩✌️Mentengnews.comIndragiri Hilir – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) menggelar kegiatan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bagi ibu-ibu PKK di Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir pada Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Pelatihan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut diikuti oleh anggota PKK yang ingin memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan minyak goreng bekas. Selama ini, minyak jelantah masih sering dibuang langsung ke saluran air atau digunakan berulang kali untuk memasak, padahal kedua praktik tersebut dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan.

Oleh karena itu, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI menghadirkan inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat, yaitu mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna serta nilai jual.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau Membangun Kampung 2026, yakni Tarmizi, Laurencia Hutabarat, Hanifah Izzati Haryadi, Sabda Yohana Harita, Alya Nafisa Alfaris, Aulia Putri, Eirene Yosepine Br Ritonga, Anastasya Dewi Ambarwati, Mhd. Raihan Putra Hastiza, dan Nul Rahpani.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI menjelaskan bahwa minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang jumlahnya terus meningkat setiap hari. Apabila dibuang sembarangan, minyak tersebut dapat mencemari tanah dan saluran air serta mengganggu ekosistem.

Sebaliknya, jika dimanfaatkan kembali melalui proses yang tepat, minyak jelantah dapat diubah menjadi berbagai produk kreatif, salah satunya lilin aromaterapi yang memiliki fungsi sebagai pengharum ruangan, dekorasi, maupun produk kerajinan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah secara berulang bagi kesehatan, dilanjutkan dengan penjelasan tentang dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas secara sembarangan. Setelah sesi sosialisasi, peserta diajak mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi.

Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI memperagakan setiap tahapan, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan lilin, pemberian pewarna dan aroma terapi, hingga proses pencetakan menggunakan wadah yang telah disiapkan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para ibu-ibu PKK Desa Pekan Tua tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, bahkan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik pembuatan, pemilihan aroma, hingga peluang pemasaran produk.

Hasil lilin aromaterapi yang telah selesai dibuat kemudian dipamerkan kepada seluruh peserta sebagai contoh produk akhir yang menarik, memiliki aroma yang menenangkan, dan layak dikembangkan sebagai produk usaha rumahan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga.

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga diharapkan mampu meningkatkan kreativitas masyarakat serta menciptakan peluang ekonomi berbasis rumah tangga.

Dengan biaya produksi yang relatif terjangkau dan bahan baku yang mudah diperoleh, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai kerajinan lokal maupun suvenir.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KUKERTA Berdampak Universitas Riau Desa Pekan Tua, Dr. Indra Primahardani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk implementasi nyata tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga membawa inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diberikan melalui pelatihan ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program KUKERTA Berdampak Membangun Kampung Universitas Riau Tahun 2026 yang terselenggara atas dukungan penuh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau.

Melalui dukungan tersebut, Universitas Riau terus mendorong lahirnya berbagai program pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen universitas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah Provinsi Riau.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *