HARAPAN UNTUK KH. MARSUDI SUHUD DALAM KONTESTASI KETUA UMUM PBNU

Terpopuler769 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comTambak Beras, 26 Agustus 2026, Kita masih memiliki harapan besar bahwa Muktamar ke-35 NU di Tambak Beras, 27–31 Agustus 2026, akan melahirkan pemimpin yang benar-benar menjadi pelayan umat dan mampu membawa NU memasuki abad kedua dengan semangat khidmah.

Di tengah delapan nama yang beredar, KH. Marsudi Suhud dapat menjadi angin segar. Harapannya, beliau tampil sebagai sosok penengah: tidak terjebak pada kutub petahana, bukan sekadar simbol pesantren, tetapi pemimpin yang fokus pada kemaslahatan, persatuan, dan kemandirian NU.

Muktamirin tidak membutuhkan janji besar, tetapi bukti dan kerja nyata. NU membutuhkan pemimpin yang memahami kitab sekaligus tata kelola organisasi modern.

3 GAGASAN UTAMA NU ABAD KEDUA

1. NU MANDIRI – Ekonomi & Aset untuk Khidmah
“NU harus berdaulat secara ekonomi agar dapat berkhidmah tanpa bergantung.”

Audit dan tata kelola aset PBNU, PWNU, dan PCNU secara transparan dan profesional. Kembangkan badan usaha NU untuk membiayai beasiswa santri, kesejahteraan guru TPQ, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan pesantren dan warga NU.

2. NU CERDAS – Pesantren & Pendidikan Adaptif
“Menjembatani kitab kuning dengan kecakapan abad ke-21 tanpa meninggalkan ruh pesantren.”

Perkuat pesantren dengan unit usaha produktif dan digitalisasi, serta bekali santri dengan kewirausahaan, teknologi, coding, dan literasi keuangan. Santri harus alim sekaligus mandiri dan produktif.

3. NU MERAKYAT – Turun Gunung & Jaga Marwah
“PBNU harus menjadi rumah besar yang terasa sampai ke ranting.”

Sederhanakan birokrasi dan hadirkan pimpinan PBNU langsung di tengah masyarakat. NU harus hadir ketika rakyat menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, pertanian, maupun musibah.

NU harus dirasakan, bukan hanya didengar di televisi.

Tantangan menuju muktamar memang berat. Namun sejarah NU menunjukkan bahwa keputusan muktamar bukan hanya tentang siapa yang paling cepat bergerak, melainkan siapa yang mampu mendapatkan kepercayaan para kiai dan muktamirin.

Jika Allah menakdirkan KH. Marsudi Suhud maju dan mendapat amanah, semoga beliau diberi keberanian untuk tampil, kelapangan untuk merangkul, dan keteguhan untuk memimpin.

NU hari ini membutuhkan harapan baru: pemimpin yang menghidupkan khidmah, menjaga marwah, memperkuat kemandirian, dan memperbesar manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Menawi kepareng, tiga gagasan ini mari kita bedah satu per satu, Yai.

Tambak Beras, 26 Agustus 2026

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *