Sinergi TNI–Polri–Pemerintah Desa Diperkuat: Penyuluhan Karhutla Kecamatan Kampar Tekankan Pencegahan Sejak Dini & Respons Cepat

Terpopuler674 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comKampar – Riau – Menyadari bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, upaya pencegahan dan penanggulangannya terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor yang kokoh.

Hal ini terwujud dalam kegiatan Penyuluhan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kampar yang digelar di wilayah Kecamatan Kampar, pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun kesiapsiagaan bersama di tengah masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan dari berbagai elemen, menunjukkan keseriusan bersama dalam menangani ancaman Karhutla. Hadir antara lain Kolonel Hermawan, Kolonel Laut Dedi Noferi, Kolonel Tek Muksalmina, Mayor Inf. M. Aripin, serta Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid, S.H. Turut hadir jajaran Kodim 0313/KPR, Koramil 07, unsur terkait lainnya, serta yang paling penting: seluruh Kepala Desa dan perangkat desa se-Kecamatan Kampar. Kehadiran para pemangku adat dan pemerintahan desa menjadi kunci, karena merekalah yang paling dekat dan berhubungan langsung dengan warga di lapangan.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dimulai dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa demi keselamatan dan kelestarian alam. Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan masuk ke inti acara berupa sambutan resmi serta pemaparan materi mendalam mengenai langkah-langkah konkret pencegahan hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Secara resmi, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kampar, Zun Nasri Masur, S.IP., yang mewakili Camat Kampar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa persoalan Karhutla adalah persoalan bersama yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini dan meningkatkan koordinasi secara cepat dan tepat apabila ditemukan adanya potensi kebakaran,” tegas Sekcam Kampar dalam arahannya.

Ia juga secara khusus mengingatkan seluruh Kepala Desa dan perangkat desa agar aktif berperan sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pemerintahan desa memiliki posisi yang sangat strategis karena berhubungan langsung dengan warga. Informasi mengenai potensi kebakaran harus dapat diteruskan secara cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menjadi bencana yang tidak terkendali.

Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan di lapangan. Sinergi antara kedua institusi ini diharapkan dapat mempercepat respons, memperluas jangkauan pemantauan, serta meningkatkan ketegasan dalam penegakan hukum apabila diperlukan.

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursid, S.H., yang hadir bersama jajarannya, diharapkan dapat terus bersinergi secara erat dengan pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa. Peran kepolisian tidak hanya terbatas pada penindakan setelah terjadi kebakaran, tetapi juga lebih ditekankan pada pencegahan, pemantauan rutin, serta penanganan cepat apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Penyuluhan ini juga menekankan bahwa masyarakat bukan sekadar objek, melainkan subjek utama dalam pencegahan Karhutla. Warga diminta untuk tidak ragu segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Semakin cepat informasi sampai, semakin besar kemungkinan api dapat dipadamkan sebelum merembet luas.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, seluruh Kepala Desa dan perangkat desa se-Kecamatan Kampar diharapkan dapat menjadi ujung tombak sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan pencegahan Karhutla dengan bahasa yang mudah dipahami dan diterima oleh warga.

Pada akhirnya, sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat luas diharapkan mampu menekan potensi terjadinya Karhutla sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan, serta keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.

Pencegahan sejak dini, koordinasi yang kuat, dan respons yang cepat menjadi tiga kunci utama yang disepakati bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *