Erles Rareral: Keakraban Prabowo-Megawati di Hari Lahir Pancasila Jadi Simbol Persatuan Bangsa

Terpopuler1653 Dilihat

🇮🇩✌️Mentengnews.comJakarta: Momen hangat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6/2026), menjadi sorotan publik.

Kedua tokoh nasional tersebut tampak akrab saat meninggalkan lokasi acara. Momen penuh kehangatan terlihat ketika Prabowo dan Megawati saling mempersilakan untuk berjalan lebih dahulu. Presiden Prabowo bahkan terlihat menggandeng tangan Megawati sambil berbincang santai dan tersenyum di hadapan para tamu undangan.

Menanggapi peristiwa tersebut, pengacara dan tokoh advokasi hukum, Erles Rareral, S.H., M.H., menilai kebersamaan kedua pemimpin bangsa itu sebagai simbol persatuan yang sangat penting di tengah berbagai tantangan nasional maupun global yang sedang dihadapi Indonesia.

“Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ibu Megawati Soekarnoputri dalam momentum Hari Lahir Pancasila merupakan pesan moral yang sangat positif bagi masyarakat. Perbedaan pandangan politik tidak boleh menghalangi semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun Indonesia,” ujar Erles.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila mengajarkan seluruh elemen bangsa untuk selalu mengedepankan persatuan, musyawarah, dan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

Erles berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi simbol keakraban, tetapi juga menjadi ruang dialog yang produktif untuk membahas berbagai isu strategis bangsa, mulai dari pembangunan nasional, penegakan hukum, peningkatan kesejahteraan rakyat, hingga penguatan demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Saya berharap pertemuan tersebut dapat menjadi ruang komunikasi yang konstruktif demi kemajuan bangsa. Persatuan para tokoh bangsa akan memberikan energi positif bagi stabilitas nasional dan pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Erles menilai komunikasi yang semakin erat antar tokoh bangsa berpotensi melahirkan berbagai langkah strategis dalam pemerintahan, termasuk evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden.

“Bukan tidak mungkin dari pertemuan tersebut lahir berbagai keputusan penting demi meningkatkan efektivitas pemerintahan. Jika memang diperlukan, Presiden dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pembantunya agar roda pemerintahan berjalan semakin optimal dan sesuai harapan masyarakat. Yang terpenting, kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Erles juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk meneladani sikap para pemimpin yang mengedepankan persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

“Pancasila adalah rumah besar bangsa Indonesia. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan bersama-sama mengawal cita-cita para pendiri bangsa demi Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tutup Erles.

Pertemuan Prabowo dan Megawati pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dinilai banyak pihak sebagai sinyal positif bagi semakin kuatnya komunikasi kebangsaan, sekaligus memperkokoh stabilitas, persatuan, dan kemajuan Indonesia di masa mendatang.***

banner 500x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *